BERITA
Beranda / Berita / Mahasiswa PKP UNS Kembangkan Apem di Ngargoyoso
Mahasiswa PKP UNS Kembangkan Apem di Ngargoyoso
Selasa 26 Juni 2018

KARANGANYAR—Program Kreativitas Mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengembangkan apem sebagai makanan khas desa Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar. Kegiatan ini dibimbing oleh Suminah Anantanyu bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Girimulyo.
Pengembangan kuliner khas juga melibatkan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa tersebut. Apem dipilih karena selama ini belum ada makanan khas di wilayah itu. Padahal, Girimulyo kerap didatangi atau dilewati wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di Kemuning atau Ngargoyoso. ”Kelompok mahasiswa akan melakukan pelatihan pembuatan apem yang dibantu oleh pembuat apem yang sudah ahli,” kata Ketua Tim PKM-M, Winda, di Balai Dusun Plawan Girimulyo (16/5/2018).
Mahasiswa PKP UNS juga melakukan introduksi alat yang digunakan yaitu kompor gas, cetakan apem, dan baskom. Pengembangan kuliner apem yang diangkat dari nilai tradisi dan budaya setempat dinilai tepat dan berpeluang dikembangkan secara luas. Pengembangan kuliner khas dengan memberdayakan anggota PKK ini sejalan dengan rencana Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar yang ingin menjadikan Girimulyo sebagai Kampung Inggris.
”Pasar yang besar menjadikan pengembangan makanan apem sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Girimulyo. Pengembangan apem sebagai makanan khas dapat menjadi branding yang baik untuk Desa Girimulyo dan tempat wisata di sekitarnya,” kata Suparno, Kepala Desa Girimulyo (16/05).
Kepala Desa Girimulyo, Suparno, mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa PKP FP UNS. Dia menjanjikan akan memberikan bantuan modal dan memberikan tempat untuk membuka toko penjualan apem. Kepala Dusun Plawan, Suwarto, juga sangat mendukung Program Kreativitas Mahasiswa PKP FP UNS itu. Dia berharap melalui program ini warga desa bisa lebih mandiri dan berharap program ini terus berlanjut sampai usaha dalam skala besar. (***)