Gedung Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
IKATANI
Semua Berita

Dorong Hilirisasi dan Inovasi, BPDP Kembali Buka Program Grant Riset 2026

Redaksi, IKATANI.ID
10 April 2026 05:13
Dorong Hilirisasi dan Inovasi, BPDP Kembali Buka Program Grant Riset 2026

Ikatani.id, JAKARTA – Peluang besar kembali terbuka bagi lembaga penelitian dan pengembangan di seluruh Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara resmi mengumumkan pembukaan Program Grant Riset Tahun 2026, sebuah inisiatif pendanaan strategis untuk memperkuat ekosistem perkebunan nasional.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sangat identik dengan sawit, program kali ini menegaskan dukungan yang lebih luas, mencakup tiga komoditas unggulan: kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Langkah ini diambil untuk memastikan komoditas perkebunan Indonesia tetap kompetitif, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah tinggi di pasar global.

Fokus Utama: Produktivitas hingga Pasar Baru Dana hibah penelitian ini ditujukan untuk mendukung proyek-proyek yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Beberapa poin krusial yang menjadi sasaran utama antara lain:

  1. Peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja di lahan perkebunan.
  2. Penguatan aspek keberlanjutan (sustainability) agar ramah lingkungan.
  3. Penciptaan produk turunan baru (hilirisasi) serta pembukaan akses pasar global.
  4. Pemanfaatan hasil riset yang aplikatif bagi industri, pemerintah, hingga petani swadaya.

Batas Akhir Pengajuan Proposal Bagi rekan-rekan peneliti, akademisi, maupun lembaga riset yang ingin berkontribusi, pendaftaran dan pengajuan proposal dilakukan secara daring melalui laman resmi Pengumuman Call for Proposal Grant Riset BPDP 2026.

Pihak BPDP menetapkan batas akhir pengumpulan proposal pada 30 Juni 2026.

Mengingat banyaknya alumni Faperta UNRI yang berkiprah di lembaga vertikal maupun akademisi, program ini merupakan kesempatan emas untuk mengajukan gagasan inovatif yang dapat memajukan komoditas unggulan, khususnya di wilayah Riau dan sekitarnya.