PEKANBARU – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Pertanian Universitas Riau (Faperta Unri) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi generasi penerus almamater melalui kegiatan Sharing Session Alumni yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Faperta Unri 2026, Kamis (30/7).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat peran alumni sebagai mitra dalam pengembangan akademik, penguatan karakter, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif bersama jajaran pengurus IKA Faperta Unri dari berbagai angkatan.
Menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, Dr. Ronny B. Leksono, M.T., yang juga alumni Agribisnis Faperta Unri angkatan 1995, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan perspektif kepada mahasiswa baru mengenai luasnya peluang lulusan pertanian dalam menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Ketua IKA Faperta Unri periode 2026–2030, Aang Ananda Suherman, mengatakan kehadiran alumni dalam PKKMB merupakan bentuk nyata komitmen organisasi untuk membangun hubungan yang lebih erat antara alumni dan mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
"Mahasiswa baru perlu mengetahui bahwa ketika mereka memasuki Fakultas Pertanian Universitas Riau, mereka juga menjadi bagian dari keluarga besar alumni. IKA Faperta Unri ingin hadir bukan hanya ketika mahasiswa lulus, tetapi sejak hari pertama mereka kuliah. Kami ingin menjadi ruang berbagi pengalaman, membuka jejaring, sekaligus mendampingi adik-adik mahasiswa dalam mempersiapkan masa depannya," ujar Aang.
Menurutnya, alumni memiliki pengalaman dan jejaring yang dapat menjadi modal berharga bagi mahasiswa. Oleh karena itu, IKA Faperta Unri akan terus menghadirkan berbagai program yang mempertemukan mahasiswa dengan alumni dari berbagai profesi, baik di sektor pemerintahan, industri, dunia usaha, akademisi, maupun wirausaha.
Dalam sesi pemaparannya, Ronny mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Menurutnya, sektor pertanian kini berkembang menjadi sektor strategis yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan, inovasi teknologi, perubahan iklim, hingga pembangunan berkelanjutan.
"Mahasiswa pertanian harus menyiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan solusi bagi masyarakat. Dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian untuk terus belajar," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peluang lulusan pertanian semakin luas. Selain menjadi pelaku di sektor pertanian, lulusan juga dibutuhkan sebagai peneliti, inovator, technopreneur, konsultan, birokrat, hingga penyusun kebijakan publik. Menurutnya, tantangan global justru membuka ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa baru aktif mengikuti sesi diskusi serta kuis yang diselenggarakan IKA Faperta Unri. Sejumlah peserta yang berhasil menjawab pertanyaan memperoleh souvenir sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, partisipasi, dan semangat belajar selama kegiatan berlangsung.
Bagi IKA Faperta Unri, kegiatan ini bukan sekadar menjadi bagian dari rangkaian PKKMB, tetapi juga menjadi langkah awal membangun hubungan yang berkelanjutan antara alumni dan mahasiswa. Melalui kolaborasi lintas generasi, organisasi berharap lahir lulusan Fakultas Pertanian Universitas Riau yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jejaring yang kuat, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian, daerah, dan Indonesia.
Sejalan dengan semangat organisasi, IKA Faperta Unri berkomitmen terus menjadi rumah bagi seluruh alumni sekaligus mitra bertumbuh bagi mahasiswa melalui berbagai program pengembangan kapasitas, mentoring, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Berjejaring. Bertumbuh. Berdampak.