Ikatani.id, INSPIRASI – Badan Pusat Statistik (BPS) telah menetapkan angka tetap untuk luas panen dan produksi padi di Provinsi Riau tahun 2025. Hasilnya, Riau berhasil memproduksi 133,19 ribu ton beras untuk konsumsi masyarakat, sebuah angka yang menunjukkan pertumbuhan moderat sebesar 4,51 persen.
Melihat lebih dalam pada pola panen sepanjang tahun, terdapat dinamika menarik pada produktivitas lahan. Meskipun luas panen meningkat 5,46 persen menjadi 59,50 ribu hektare, persentase kenaikan produksi (4,51 persen) sedikit berada di bawah persentase kenaikan luas lahan. Hal ini mengindikasikan adanya ruang untuk optimalisasi produktivitas per hektare di masa mendatang.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen dan produksi terjadi pada bulan Maret 2025, yang mencatatkan luas panen tertinggi sebesar 10,9 ribu hektare dengan produksi mencapai 43,9 ribu ton GKG. Sementara itu, periode akhir tahun cenderung mengalami penurunan siklus panen.
Kenaikan produksi beras sebesar 5,75 ribu ton dibandingkan tahun 2024 (127,44 ribu ton) merupakan modal penting bagi stabilitas pangan daerah. Namun, angka 133,19 ribu ton beras ini tentu masih menuntut kerja keras kolektif jika dibandingkan dengan total kebutuhan konsumsi penduduk Riau yang terus tumbuh.
Data ini menjadi referensi penting bagi para alumni pertanian dan pelaku agribisnis dalam memetakan potensi pengembangan lahan sawah dan penerapan teknologi pertanian tepat guna. Konsistensi dalam menjaga luas panen agar tetap di atas angka 59 ribu hektare akan menjadi kunci keberlanjutan sektor padi di Provinsi Riau ke depannya.
Sumber: Laporan Resmi BPS